Slideshow

Sabtu, 10 Desember 2016

Surfing, 16 Finalis Akan Bertarung Di Lakey


16 finalis akan bertarung di kejuaraan Yunior Surfing Lakey Hu’u Dompu NTB 4-6 Nopember mendatang. Dipilihnya pantai Lakey Hu’u karena ombak disana cukup bagus. Sebelumnya telah digelar babak penyisihan di Bali.

Kejuaraan itu sendiri hasil kerjasama antara Rip Curl dengan Pemkab Dompu. Kadis Pariwisata Dompu Dra Hj Sri Suzana,M.Si menyatakan kejuaraan Surfing Yunior ini akan menjadi momentum bagi perkembangan pariwisata Lakey dan Dompu umumnya.

Menurutnya karena ini kejuaraan yunior maka secara otomatis tiap peserta akan diikuti oleh keluarganya. ”Nah disitulah nilai promosinya ada,” ungkap Umi Nana, sapaan akrab Kadis Pariwisata ini.

Untuk memantapkan kegiatan itu, pihaknya tengah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Tower utama yang ada tengah dibenahi, begitu juga dengan pantainya tengah dilakukan pembersihan. ”Ini dimaksudkan agar pengunjungnya nyaman,”ungkapnya.

Sumber: dompubicara

Sabtu, 03 Desember 2016

Pantai Ria


Pantai ini terletak di sebelah barat Teluk Cempi, di Desa Ria Kecematan Woja, sekitar 30 menit berkendara dari Dompu. Pantai ini memiliki pasir putih (agak kelabu) halus. Terdapat beberapa Gazebo di pinggir pantai sebagai tempat beristirahat bagi pegunjung. Tidak ada angkot yang langsung menuju ke Ria. Dari Dompu, kawan dapat naik angkot sampai ke Cabang Sipo di Desa Bara lalu dilanjutkan dengan ojek hingga ke pantai selama kurang lebih 15 menit.

Sumber: sangajigroup

Eksotisnya Air Terjun (Water Fall) Panca Saneo


Rasanya terkesan apatis jika tidak berkontibusi untuk  kemajuan Daerah  jika tidak melakukan sesuatu hal positif, apalagi beberapa hari terakhir kita baru saja merayakan hari Peringatan Sumpah Pemuda yang ke 87 tahun. Nah mengingat hal yang demikian saya juga merasa harus melakukan hal yang positif meskipun dalam bentuk tulisan untuk berkontribusi demi kemajuan Daerah, hehehe.

Kali ini saya akan mencoba mempromosikan salah satu wisata yang baru baru ini muncul dikabupaten Dompu, yaitu Air Terjun Panca Saneo. Jika Pulau Lombok meliliki jutaan tempat wisata, seperti pantai pantai, Air terjun di Lombok Timur dan lain sebagainya, Maka Kabupaten Dompu juga memiliki tempat wisata yang sangat eksotis, yaitu Air Terjun Panca Saneo yang berada di Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Air Terjun (Water Fall) Panca ini terkenal dengan ketinggiannya yang mencapai 75 Meter. Air Terjun Panca juga terkenal dengan Airnya yang sangat dingin seperti air Es yang ada di Kutub Utara.

Setiap Akhir Pekan, Air Terjun ini ramai dikunjungi oleh wisatan Domestik baik di Dompu maupun yang di luar Dompu sendiri. Saat ini, air terjun panca sudah mulai tekenal dimana-mana. Selain terkenal dengan Ketinggian dan Air nya yang dingin, Air terjun ini juga menawarkan kepada Anda yang ingin berkunjung, yaitu keindahan alamnya yang asri dan kesejukan alamnya. Bagaiaman tidak, keberadaan Air terjun ini berada di tengah hutan yang menawarkan kepada anda untuk berwisata ke sini, air terjun ini belum lama diketahui oleh manusia karena sangat jarang manusia melewati kawasan hutan ini.

Ketika anda mengunjungi Air Terjun ini, anda akan dihadapkan dengan pemandangan alam yang begitu indah dan menawan yang akan membuat anda semuanya tidak ingin pulang ketika sudah berada di tempat wisata ini. Lokasi air terjun ini lumayan jauh dari pekampungan Desa Saneo, namun jika anda yang berada di Kota Dompu ingin mengunjungi tempat wisata ini, maka anda akan ada diperjalanan sekitar 2-3 jam lamanya untuk dapat sampai pada air terjun panca. Rasa lelah dan capek pasti akan anda rasakan, namun kelelahan yang anda rasakan akan hilang ketika anda sudah sampai pada air terjun panca. Bagaiman mana tidak, suara gerumuh air terjun yang tingginya mencapai 75 meter itu akan anda dengar ketika anda berada sekitar 200 meter dari tempat air terjun dan juga anda akan melihatnya disela pepohonan yang rindang dan tinggi. Sesampainya anda di air terjun, maka anda akan berteriak meskipun anda tidak ingin berteriak karena melihat air terjun yang waow banget.

Tapi yang harus anda ketahui, perjalanan untuk dapat sampai pada air terjun panca tidak seperti yang anda bayangkan, karena untuk dapat sampai pada air terjun, anda harus melalui medan jalan yang begitu curam dan berbahaya. Keadaan medan jalan yang masih alami ini dikarenakan belum adanya upaya untuk membaut akses jalan yang mudah untuk dilalui. Saat ini, Air terjun panca Saneo dikatakan sebagai oleh sebagian besar pengunjungnya adalah Wisata Adventure. Namun saya tidak tahu apa pendapat anda tentang air terjun ini, tapi saya akin ketika anda sudah berwisata pada tempat ini, maka anda juga akan mengatakan hal yang sama.

Jika anda ingin berkunjung pada air terjun panca, maka anda harus mempersiapkan fisik anda, karena selain menyenangkan, anda juga akan mendapatkan klimaks kelelahan anda waktu anda pulang kembali. Tidak perlu merogok kocek dalam dalam untuk dapat sampai dan menikmati air terjun yang terkenal dengan tinggi dan dingin air nya itu, anda cukup menyediakan uang sebesar Rp 10.000 untuk retribusi parkir kendaraan anda. Karena Pemuda yang berada di Desa Saneo mengambil inisiatif untuk menjaga dan mengamankan kendaraan anda. Untuk anda ketahui juga, retribusi parkir berlaku hanya untuk Akhir Pekan yaitu hari Sabtu dan Minggu, karena kedua hari itu dinilai akan banyak pengunjung yang membeludak. Pada hari biasa tidak ada retribusi parkir dan juga jarang wisatawan yang berkunjung. Namun jika anda ingin menikmati wisata anda dengan memakan makanan yang enak nan lezat, maka anda dituntun untuk menyediakan sendiri, karena ditempat wisata air terjun tidak ada orang yang menjual makanan. Hehehehe. Oh iya, untuk dapat sampai pada lokasi air terjun panca, anda harus menggunakan kendaraan roda dua (Sepeda Motor, bukan sepeda Kayun hehehe) karena kendaraan roda empat dan sejenisnya tidak dapat masuk pada lokasi air terjun.

Untuk menjaga keberseihan dan keindahan pada air terjun panca, diwajibkan untuk anda sebagai pengunjung agar menjunjung tinggi kebersihan disekitar kolam air terjun. Anda juga tidak diperkenankan untuk membawa Minuman brralkohol dan sejenisnya, karena pada tempat ini dilarang untuk melakukan praktek meminum minuman beralkohol, dan yang utama anda sebagai pengunjung agar tidak melakukan perbuatan seronok dengan pasangan lawan jenis anda. Tempat ini karena keberadaannya di tengah hutan sehingga menimbulkan hal hal yang mistis yang mau tidak mau harus anda percayai. Karena akhir akhir ini sering terjadi kejadian yang mengejutkan seperti kesurupan, pelemparan batu yang tidak diketahui siapa yang melakukannyadan juga kejadian tersengat oleh lebah madu. Saya sebagai pemuda Asli Desa Saneo hanya bisa menghimbau dan menjelaskan kepada anda calon pengunjung pada air terjun panca ini, tapi selebihnya tergantung dari kesadaran dan keyakinan anda semuanya.

Untuk anda yang berada di Kabupaten Dompu, jangan mengaku cinta Dompu, jangan mengaku asli Dompu dan jangan mengaku suka travelin jika anda belum mengunjungi Air Terjun Panca. Juga buat anda yang berada di Luar Kota Dompu jangan mengaku traveling sejati jika anda tidak mengunjung ke air terjun ini, karena anda akan menyesal seumur hidup anda kalau tidak melihat langsung air terjun ini. Air terjun panca selain digunakan untuk berwisata, juga digunakan oleh anak-anak pencinta alam untuk berkemah,tak tanggung tanggung anak anak PA menginap di tempat air terjun. Jangan lupa juga buat anda yang berkunjung ke Air terjun Panca untuk membeli Air Susu Kuda Liar dan Air Madu Asli sebagai oleh oleh anda pulang, harganya pun terjangkau.

Saat ini, informasi yang kami dapatkan, Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu sedang berupaya melakukan pelobian atau pengadaan  anggaran untuk membuat akses jalan dalam menunjang kemudahan dalam berkunjung ke air terjun ini. Informasi juga yang kami dapatkan, Pemda Dompu juga berinisiatif menjadi wisata Air terjun ini sebagai wisata utama di Kabupaten Dompu selain Pantai Lakey. Semoga apa yang diupayakan oleh pemerintah bisa direalisasikan dan bisa berjalan dengan lancar, kami sebagai pemuda yang berada di Desa Saneo hanya bisa mendukung lewat do’a dan kerja gotong royong ehehe.
Kami tunggu kedatangan anda pada air terjun ini. Kami bisa jamin anda tidak akan menyesal ketika anda berkunjung dan berwisata disini. Selamat berwisata.

Sumber: kampung-media

Kamis, 01 Desember 2016

Rasta Kilo Dompu


Kecamatan kilo adalah salah satu daerah pesisir utara kabupaten dompu, yang letaknya bersebelahan dengan daerah Sanggar kabupaten Bima di bagian selatan juga di sebelah utara bersebelahan dengan daerah bima kecematan Sai.
Pesona alam pegunungan dan laut yang membentang di daerah barat pesisir Kecamatan kilo memberikan nuansa tersendiri bagi keindahan alam dan laut di kecematan kilo.

Jarak tempuh dari kab. Dompu ke Kilo di perkirakan sekitar 60 KM jika kita menggunakan kendaraan umum seperti bis menghabiskan waktu sekitar 1 jam 45 menit dan kendaraan pribadi diperkirakan 1 jam 10 menit. Penghasilan terbesar yang dipasarkan oleh masyarakat Kecamatan Kilo yaitu dari hasil Bawang merah, padi dan kedelai sementara dari hasil laut yaitu ikan.

Sumber: bloger987

14 Goa Jepang di Pantai Hu'u Kabupaten Dompu NTB


Ditemukan 14 belas bunker (goa) untuk kepentingan perlindungan tentara Jepang di wilayah pesisir pantai Huu Kabupaten Dompu. Lokasinya sekitar satu kilometer dari kawasan wisata surfing (selancar) Lakey di depan Samudera Hindia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu akan melakukan renovasi untuk dijadikan obyek wisata setelah selancar dan beberapa situs sejarah purbakala lainnya Nangasia, Batu Kadera (kursi raja) dan situs Batu Kubur.

Tim Pemkab Dompu dipimpin oleh Komandan Kodim 1614 Dompu Letkol Inf Kusdiro sudah melakukan penyusuran goa-goa yang tertutup tanah dimulai tersebut Monumen Goa Jepang yang sudah diketahui sebelumnya. ‘’Goa Jepang ini dulunya sebagai pos tinjau sekaligus benteng pasukan tentaranya,’’ kata Kusdiro dalam keterangan pers, Rabu ( 16/12). Sebagian besar goa yang ditemukan tersebut merupakan lokasi tertutup tanah akibat longsor dan semak belukar lainnnya. Letaknya di sepanjang jalan raya menuju Nangadoro.

Bunker-bunker tersebut berada di dalam lokasi kebun milik warga setempat. Bunker yang terbuat dari batu kali dan semen itu kondisinya sudah banyak yang rusak, bahkan ada beberapa lorong yang sudah tertimbun longsoran tanah akibat abrasi pantai. Dinas Pariwisata Dompu akan membuat jalan setapak agar dapat memudahkan pengunjung melihat bukti sejarah yang pekerjanya adalah penduduk Dompu pada saat penjajahan Jepang.

Salah seorang warga di Huu, Abdurahman alias Ahmad Komba, 90 tahun, menjelaskan bahwa Jepang masuk Dompu melalui pantai di wilayah Hu`u. Penduduk langsung dikumpulkan dipaksa kerja rodi membuat bunker sebagai benteng pertahanan tentara Jepang. “Kita kerja siang malam di bawah todongan senjata,’’ kata Abdurrahman yang masih fasih berkata dalam bahasa Jepang. Tidak ada yang di upah hanya sekedar makan ala kadarnya, bahkan kadang-kadang tidak di kasih makan.

Menurutnya, banyak warga setempat yang mati pada saat pembuatan bunker-bunker tersebut dan langsung di timbun didalam bunker. Selain sebagai tempat pertahanan juga dimanfaatkan untuk menyimpan logistik mereka. Setelah Jepang menyerah kepada tentara Sekutu, menurut Abdurahman, ada beberapa bunker yang digunakan menyembunyikan senjata dan perlengkapan perang lainnya seperti pedang Samurai dan meriam serta beberapa barang berharga lainnya. ‘’Tapi saya sudah agak lupa-lupa ingat lokasi penyimpanannya,’’ ujarnya.

Sumber: maradaonline

Kamis, 24 November 2016

Taman Nasional Gunung Tambora, Kabupaten Dompu dan Bima


Tentang Taman Nasional Gunung Tambora, Sumbawa
Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan kawasan Tambora sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Pulau Sumbawa – Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Berdasarkan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2013 – Tahun 2028, Kawasan Tambora menjadi satu kesatuan destinasi dengan Teluk Saleh dan Pulau Moyo dikenal dengan sebutan “SAMOTA”. Kawasan ini menjadi salah satu dari sebelas kawasan strategis pariwisata daerah, dan sesuai Perda tersebut Kawasan Tambora akan dikembangkan sebagai objek wisata pengunungan yang menjadi satu kesatuan pengembangan dengan wisata bahari di Teluk Saleh dan Pulau Moyo.

Mengingat status kawasan konservasi CA, SM dan TB tidak dimungkinkan untuk mendukung pengembangan wisata alam, maka Pemprov NTB dua tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 11 April 2013 kepada Menteri Kehutanan mengusulkan perubahan fungsi kawasan cagar alam, suaka margasatwa dan taman buru Gunung Tambora seluas 71.645,74 Ha menjadi Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT).

Kawasan Taman Nasional Gunung Tambora kemudian ditunjuk berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.111/Menlhk-II/2015 tanggal 7 April 2015 seluas 71.645,74 hektar. Letak TN Gunung Tambora secara administratif pemerintahan termasuk dalam wilayah Kecamatan Kempo dan Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu dan Kecamatan Tambora serta Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Potensi Flora dan Fauna
Tipe vegetasi Taman Nasional Gunung Tambora bervariasi, pada ketinggian 200 m – 700 m di atas permukaan laut tipe vegetasinya adalah hutan musim selalu hijau (dry evergreen) yang didominasi oleh tumbuhan Walikukun walikukun (Schoutenia ovata), Kelanggo/Rajumas (Duabanga mollucana), Rida/Pulai (Alstonia scholaris), Monggo/Jambu Hutan (Eugenia polyantha), Binuang (Tetrameles nudiflora), Bayur (Pterospermum javanicum), Wangkal (Albizia procera), Linggua (Pterocarpus indicus) dan lain sebagainya.

Pada ketinggian di atas 700 m di atas permukaan laut tipe vegetasinya adalah hutan sekunder yang didominasi jenis-jenis semak dan perdu. Pada ketinggian di atas 900 m di atas permukaan laut tipe vegetasinya adalah savana dengan tegakan Cemara Gunung (Casuarina junghuniana) dan Edelweis (Anaphalis javanica), sedangkan pada ketinggian di atas 1.200 m di atas permukaan laut merupakan vegetasi savana yang ditumbuhi oleh jenis rumput alang-alang (Imperata cylindrica), rumput gelagah (Cyperus rotundus), Lantana (Lantana camara), Kirinyuh (Euphatorium sp) dan lain sebagainya.

Dari ketiga macam vegetasi yang ada di TN Gunung Tambora dapat dijumpai bermacam-macam fauna yang didominasi oleh jenis-jenis burung baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi, antara lain Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea), Nuri Kepala Merah (Geofroyyus geofroyyi), Kirik-kirik Australia (Merops ornatus), Ayam Hutan Hijau (Gallus gallus), Srigunting (Dicrurus densus), Bentet Kelabu (Lanius scach), Punglor Kepala Hitam (Zoothera doherty), Isap Madu Australia (Lichmera indistincta), Isap Madu Topi Sisik (Lichmera lombokia), Alap-alap layang (Falco cinerhoides), Isap Madu Topi Sisik (Lichmera lombokia), Elang bondol (Heliastur indus) dan lain-lain. Adapun jenis-jenis mamalia yang dapat ditemui antara lain Rusa Timor (Cervus timorensis), Kera abu-abu (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Sus scrova), sedangkan jenis-jenis reptilia yang dapat ditemui antara lain Biawak (Varanus salvator), Ular piton (Phyton sp).   Selain itu juga terdapat potensi lebah madu yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk diambil madunya.

Potensi Wisata
Potensi wisata yang dapat dikembangkan antara lain : wisata alam yaitu berupa wisata pendakian ke kaldera dan jelajah hutan (jungle tracking) kegiatan ini dapat dilaksanakan melalui 3 pintu pendakian yaitu Piong/Sanggar, Kawindato’i, Pancasila dan Doro Ncanga.

Untuk menuju puncak Tambora melalui Jalur Pendakian Piong, Kawindato’i dan Pancasila memerlukan waktu tempuh 3 hari 2 malam dengan berjalan kaki. Sedangkan Jalur Pendakian Doroncanga bisa ditempuh dengan kendaraan off road sampai pos 3, kemudian dari pos 3 menuju Puncak Tambora hanya memerlukan waktu 2 jam dengan berjalan kaki.

Selain itu pada kawasan Gunung Tambora terdapat beberapa sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun sehingga sangat potensial untuk pengembangan wisata tirta seperti jelajah sungai, canoing, foto hunting serta menjadi spot untuk kegiatan bird wacthing. Kawasan konservasi Gunung Tambora juga dapat dikembangkan wisata minat khusus seperti paralayang, panjat tebing, offroad, berkuda, wisata ilmiah dan lain-lain.

Kawah Gunung Tambora merupakan daya tarik tersendiri bagi kawasan ini, letusan gunung Tambora 2 abad yang lalu pada medio April 1815 menjadi sejarah yang sangat penting, karena konon abu vulkanik letusan Gunung Tambora sampai di benua Eropa.

Aksesibilitas
Untuk menuju Taman Nasional Gunung Tambora dari Kota Mataram membutuhkan waktu tempuh ± 13 jam perjalanan darat. Rute perjalanan darat yang ditempuh adalah sebagai berikut:

    Kota Mataram – Kabupaten Dompu ± 11 jam (termasuk penyeberangan dengan kapal ferry).
    Kabupaten Dompu – Kore ± 2 jam, untuk masuk kawasan melalui Pos Kore.
    Kore – Kawinda To’i ± 2 jam, untuk masuk kawasan melalui Pos Kawinda To’i.
    Kabupaten Dompu – Doropeti ± 2 jam, untuk masuk kawasan melalui Pos Doropeti.

Sumber: bksdantb

Sabtu, 19 November 2016

Nisa Sapudu


Nisa sapudu adalah pulau kecil tak berpenghuni dan terletak di kawasan teluk saleh yang juga terkenal akan keindahannya. Suasana pulau ini tampak sangat tenang, nyaman dan romantis, dengan ombak yang cukup tenang sehingga sangat cocok sebagai tempat untuk bersantai dan melepas penat dalam tumpukan kesibukan anda. Pemadangan dari pulau ini juga sangat menarik, bagaimana tidak di beberapa pesisir pantai ini dihiasi dengan haparan pasir putih, warna laut yang jernih ada dua warna jenis air lautnya yaitu biru dan hijau sehingga sangat cocok bagi anda penikmat snorkeling.

Selain lautnya, orang-orang disekitar pulau sangat ramah dalam menyediakan transportasi menuju pulau yang dinamai bot/sampan hanya membutuhkan waktu 15 menit dari rumah warga. Pulau ini terletak di Desa Soro, Kecematan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Jika berada di Kota Dompu maka hanya cukup 45 menit untuk sampai di Kecematan Kempo desa Soro.

Sumber: kampung-media