Kamis, 01 Desember 2016
Home »
gili
,
hutan
,
laut
,
pantai
,
pendakian
,
petualangan
,
snorkeling
,
surfing
,
wisata gunung
» 14 Goa Jepang di Pantai Hu'u Kabupaten Dompu NTB
14 Goa Jepang di Pantai Hu'u Kabupaten Dompu NTB
00.41
gili, hutan, laut, pantai, pendakian, petualangan, snorkeling, surfing, wisata gunung
Ditemukan 14 belas bunker (goa) untuk kepentingan perlindungan tentara Jepang di wilayah pesisir pantai Huu Kabupaten Dompu. Lokasinya sekitar satu kilometer dari kawasan wisata surfing (selancar) Lakey di depan Samudera Hindia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu akan melakukan renovasi untuk dijadikan obyek wisata setelah selancar dan beberapa situs sejarah purbakala lainnya Nangasia, Batu Kadera (kursi raja) dan situs Batu Kubur.
Tim Pemkab Dompu dipimpin oleh Komandan Kodim 1614 Dompu Letkol Inf Kusdiro sudah melakukan penyusuran goa-goa yang tertutup tanah dimulai tersebut Monumen Goa Jepang yang sudah diketahui sebelumnya. ‘’Goa Jepang ini dulunya sebagai pos tinjau sekaligus benteng pasukan tentaranya,’’ kata Kusdiro dalam keterangan pers, Rabu ( 16/12). Sebagian besar goa yang ditemukan tersebut merupakan lokasi tertutup tanah akibat longsor dan semak belukar lainnnya. Letaknya di sepanjang jalan raya menuju Nangadoro.
Bunker-bunker tersebut berada di dalam lokasi kebun milik warga setempat. Bunker yang terbuat dari batu kali dan semen itu kondisinya sudah banyak yang rusak, bahkan ada beberapa lorong yang sudah tertimbun longsoran tanah akibat abrasi pantai. Dinas Pariwisata Dompu akan membuat jalan setapak agar dapat memudahkan pengunjung melihat bukti sejarah yang pekerjanya adalah penduduk Dompu pada saat penjajahan Jepang.
Salah seorang warga di Huu, Abdurahman alias Ahmad Komba, 90 tahun, menjelaskan bahwa Jepang masuk Dompu melalui pantai di wilayah Hu`u. Penduduk langsung dikumpulkan dipaksa kerja rodi membuat bunker sebagai benteng pertahanan tentara Jepang. “Kita kerja siang malam di bawah todongan senjata,’’ kata Abdurrahman yang masih fasih berkata dalam bahasa Jepang. Tidak ada yang di upah hanya sekedar makan ala kadarnya, bahkan kadang-kadang tidak di kasih makan.
Menurutnya, banyak warga setempat yang mati pada saat pembuatan bunker-bunker tersebut dan langsung di timbun didalam bunker. Selain sebagai tempat pertahanan juga dimanfaatkan untuk menyimpan logistik mereka. Setelah Jepang menyerah kepada tentara Sekutu, menurut Abdurahman, ada beberapa bunker yang digunakan menyembunyikan senjata dan perlengkapan perang lainnya seperti pedang Samurai dan meriam serta beberapa barang berharga lainnya. ‘’Tapi saya sudah agak lupa-lupa ingat lokasi penyimpanannya,’’ ujarnya.
Sumber: maradaonline
Related Posts:
Nanga Tumpu Nanga Tumpu terletak di jalur Jalan Raya Kabupaten Sumbawa – Kabupaten Dompu dengan jarak dari ibukota Kabupaten Dompu 30 Km dengan waktu tempuh 25 menit. Kawasan ini memiliki berbagai gugusan Pulau-pulau kecil seperti: Ni… Read More
Taman Nasional Gunung Tambora, Kabupaten Dompu dan Bima Tentang Taman Nasional Gunung Tambora, Sumbawa Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan kawasan Tambora sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Pulau Sumbawa – Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Berdasarkan Perat… Read More
Nisa Sapudu Nisa sapudu adalah pulau kecil tak berpenghuni dan terletak di kawasan teluk saleh yang juga terkenal akan keindahannya. Suasana pulau ini tampak sangat tenang, nyaman dan romantis, dengan ombak yang cukup tenang sehingga … Read More
Pantai Lakay Pantai Lakey Kecamatan Hu’u adalah salah satu lokasi berselancar terbaik dunia. Karena kehebatan dan konsistensi ombaknya, setiap tahunnya pantai Lakey secara reguler dijadikan sebagai tuan rumah dari kompetisi selanc… Read More
Taman Wisata Alam Pulau Satonda, Pekat – Kabupaten Dompu Sejarah Kawasan Pulau Satonda memang unik, dikarenakan keunikannya tersebut berdasar SK. Menteri Kehutanan Nomor : 22/Kpts-VI/1998 tanggal 7 Januari 1998, Pulau Satonda dan Perairan disekitarnya seluas 2.600 Ha terdiri da… Read More