Slideshow

Rabu, 21 Desember 2016

Air Terjun Panca Makin Ramai Dikunjungi


Destinasi objek wisata air terjun Panca, semakin hari kini kian tenar dibicarakan warga. Terhitung sejak terakhir ini, sejumlah warga dari berbagai wilayah di Kota Dompu tampak berduyun-duyun mendatangi sori Panca untuk berpiknik dan berwisata ria

Meski masuk ke lokasi itu saat ini hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua yang dilanujutkan dengan jalan kaki, hal itu tidak menyurutkan niat para pelancong untuk datang kesana.

Bahkan kondisi jalan setapak sedikit berhandycap justeru dinilai memberikan tantangan dan memicu adrenalin bagi warga. Ditambah track jalan kaki sekitar 40 menit dengan menuruni tebing curam dan diselengi beragam kicauan burung serta sensasi saat menyeberangi segarnya air sori panca, menambah nilai plus untuk menjadikan potensi air terjun yang berada ditengah hutan belantara itu sebagai lokasi yang cocok dijadikan objek wisata alam.

‘’Hampir setiap hari selalu saja ada pengunjung yang datang,’’ ungkap Ilyas, Cimin dan Ijhonk. Ketiga orang pemuda ini merupakan tokoh penting dibalik ketenaran objek wisata alam air terjun Sori Panca.

Berkat kegigihan dan niat mereka untuk lebih mengexplore potensi wisata Kota Dompu, khususnya potensi air terjun di Desa Saneo, Kecamatan Woja. Ketiganya harus berjuang extra untuk bisa berbuat demi memperkenalkan Sori Panca kepada publik. ‘’Sabtu dan minggu selalu ramai yang datang. Hari ini saja lokasi parkir padat dipenuhi kendaraan motor,’’ ungkap Cimin yang juga anggota senior Mapala STIE Yapis Dompu. ` Mereka berharap, pemerintah bisa melirik dan memanfaatkan potensi Sori Panca sebagai destinasi objek wisata alam di Kota Dompu.

Apalagi dari sejumlah literatur dan referensi yang mereka ketahui bahwa air terjun Sori Panca adalah yang tertinggi di NTB. ‘’Memang belum diukur secara pasti. Kami memperkirakan air terjun Panca tingginya kurang lebih 100 meter,’’ kata Ilyas yang juga berprofesi sebagai pencari madu di sejumlah kawasan hutan Desa Saneo.

Dengan ketenaran air terjun Sori Panca, Ilyas meminta pemerintah untuk segera menyiapkan segala sarana penunjang di lokasi air terjun. Misalnya ada shelter atau barugak, papan himbauan dan tempat sampah. ‘’Kami juga menghimbau agar setiap pengunjung tidak buang sampah sembarang tempat. Dan tetap menjaga kelestarian alam,’’ pesannya.

Sumber: dompubicara

Related Posts:

  • Taman Wisata Alam Pulau Satonda, Pekat – Kabupaten Dompu Sejarah Kawasan Pulau Satonda memang unik, dikarenakan keunikannya tersebut berdasar SK. Menteri Kehutanan Nomor : 22/Kpts-VI/1998 tanggal 7 Januari 1998, Pulau Satonda dan Perairan disekitarnya seluas 2.600 Ha terdiri da… Read More
  • Nisa Sapudu Nisa sapudu adalah pulau kecil tak berpenghuni dan terletak di kawasan teluk saleh yang juga terkenal akan keindahannya. Suasana pulau ini tampak sangat tenang, nyaman dan romantis, dengan ombak yang cukup tenang sehingga … Read More
  • Rasta Kilo Dompu Kecamatan kilo adalah salah satu daerah pesisir utara kabupaten dompu, yang letaknya bersebelahan dengan daerah Sanggar kabupaten Bima di bagian selatan juga di sebelah utara bersebelahan dengan daerah bima kecematan Sai. … Read More
  • Taman Nasional Gunung Tambora, Kabupaten Dompu dan Bima Tentang Taman Nasional Gunung Tambora, Sumbawa Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan kawasan Tambora sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Pulau Sumbawa – Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Berdasarkan Perat… Read More
  • Pantai Lakay   Pantai Lakey Kecamatan Hu’u adalah salah satu lokasi berselancar terbaik dunia. Karena kehebatan dan konsistensi ombaknya, setiap tahunnya pantai Lakey secara reguler dijadikan sebagai tuan rumah dari kompetisi selanc… Read More